Tingkatkan Literasi Demokrasi, Bawaslu Purbalingga Gandeng HMI Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu
|
Purbalingga, Sabtu (27/6/2026) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga terus berupaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait mekanisme penegakan keadilan dalam pemilu. Kali ini, Bawaslu Purbalingga menggandeng Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Dakwah UIN K.H. Saifuddin Zuhri (Uinsaizu) Purwokerto untuk menggelar kegiatan "Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu".
Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan hukum kepemiluan. "Kelas penyelesaian sengketa ini merupakan inovasi program yang diusung oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya jelas, yakni untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya rekan-rekan mahasiswa, mengenai alur dan mekanisme penyelesaian sengketa jika terjadi perselisihan dalam tahapan pemilu," ujar Misrad.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Teguh Irawanto, selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, menekankan pentingnya aspek praktis dalam pembelajaran ini. Menurutnya, pemahaman teori saja tidak cukup, sehingga para peserta perlu merasakan langsung tantangan di lapangan.
"Kami ingin peserta memahami bahwa penyelesaian sengketa bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya menjaga hak konstitusional warga negara. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diajak untuk melakukan diskusi kelompok secara aktif," jelas Teguh.
Teguh menambahkan, dalam sesi diskusi tersebut, para mahasiswa diberikan tugas berupa simulasi kasus sengketa nyata. "Peserta kami ajak untuk membedah dan menyelesaikan tugas simulasi kasus sengketa pemilu. Hal ini agar mereka memiliki gambaran riil bagaimana proses analisis masalah hingga pengambilan keputusan dilakukan di Bawaslu jika terjadi sengketa," imbuhnya.
Melalui sinergi dengan dunia akademisi ini, Bawaslu Purbalingga berharap dapat menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi upaya nyata Bawaslu dalam mencetak mitra pengawas partisipatif yang kritis dan paham akan mekanisme hukum kepemiluan.
Penulis : Muhamad Purkon