Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ketua Bawaslu Purbalingga Ajak Jadikan Pancasila “Living Ideology”
|
Purbalingga, Senin (1/6/2026) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga sukses menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 pada Senin pagi (1/6/2026). Kegiatan khidmat ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di halaman kantor Bawaslu Purbalingga yang berlokasi di Jl. Mayjen DI Panjaitan No. 41, Purbalingga.
Pelaksanaan upacara ini merujuk langsung pada instruksi pusat melalui Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lingkungan Bawaslu, Bawaslu/Panwaslih Provinsi, dan Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota. Surat edaran yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, tersebut mewajibkan seluruh jajaran pengawas pemilu di berbagai tingkatan untuk melaksanakan upacara bendera secara luring.
Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, memimpin jalannya prosesi upacara yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf. Mengangkat tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", upacara ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Misrad membacakan naskah pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam pidato yang dibacakannya, ditekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah refleksi agar api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
"Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Misrad saat membacakan pidato Kepala BPIP.
Menjadikan Pancasila Ideologi yang Hidup
Lebih lanjut, pidato yang dibacakan Ketua Bawaslu Purbalingga tersebut menggarisbawahi peran Pancasila sebagai bintang penuntun dan jangkar moral bangsa di tengah era disrupsi teknologi serta dinamika geopolitik global. Melalui naskah tersebut, Kepala BPIP juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," pungkasnya.
Penulis : Muhamad Purkon