Generasi Muda Purbalingga Didorong Aktif Awasi Demokrasi, Ratusan Pelajar SMK Ma’arif NU Bobotsari Dibekali Pendidikan Pengawasan
|
Purbalingga, Rabu (5/8/2026) – Upaya memperkuat pengawasan partisipatif terus digencarkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga dengan membidik segmen pemilih pemula dari kalangan pelajar. Langkah preventif ini diwujudkan melalui sosialisasi langsung yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai jurusan SMK Ma’arif NU Bobotsari, Purbalingga, guna memahami peran strategis masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi.
Hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Teguh Irawanto, memaparkan materi komprehensif mengenai esensi kedaulatan rakyat. Ia menggarisbawahi ketentuan dalam Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945, di mana kedaulatan tertinggi secara konstitusional berada di tangan rakyat.
"Pemilik sesungguhnya bangsa ini adalah rakyat. Untuk mengelola seluruh kekayaan dan potensi bangsa, harus ada pihak yang ditunjuk secara kumulatif untuk mewakili rakyat. Mekanisme konstitusional untuk memilih perwakilan tersebut adalah melalui Pemilu," jelas Teguh di hadapan ratusan pelajar.
Membedah Ancaman "Penyakit Demokrasi"
Selain mengupas tuntas arti penting pemilu, Teguh juga mengajak para pelajar untuk mewaspadai berbagai bentuk kerawanan yang kerap mencederai pesta demokrasi. Dirinya merinci sejumlah pelanggaran klasik yang rentan terjadi, mulai dari praktik politik uang (money politics), masifnya penyebaran berita bohong (hoax), hingga politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Berangkat dari potensi ancaman tersebut, Bawaslu Purbalingga mendorong para siswa SMK Ma’arif NU Bobotsari untuk mentransformasikan diri dari sekadar pemilih pasif menjadi agen perubahan yang aktif mengambil peran sebagai pengawas partisipatif. Generasi muda diimbau agar tidak gentar untuk melaporkan setiap indikasi kecurangan atau pelanggaran pemilu yang mereka temui di lingkungan sekitar kepada pihak Bawaslu.
Penulis: Muhamad Purkon