Bawaslu Purbalingga Gandeng 560 Siswa SMKN 2, Gelar Edukasi Tolak Politik Uang dan Kawal Demokrasi
|
Purbalingga, Jumat (7/8/2026) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga terus menggencarkan pendidikan politik bagi pemilih pemula. Kali ini, Bawaslu menyapa sebanyak 560 siswa SMK Negeri 2 Purbalingga dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang mengusung tema "Mengawal Suara, Merawat Demokrasi: Urgensi Pengawasan Partisipatif terhadap Politik Uang dan Netralitas Aparat".
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Wawan Eko Mujito, sebagai narasumber tunggal. Dalam pemaparannya, Wawan mengawali materi dengan mengupas esensi dasar demokrasi yang bersumber dari bahasa Yunani, yakni demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan), yang menegaskan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat.
"Masyarakat memiliki peran krusial untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan serta penyelenggaraan negara melalui tiga lembaga utama—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—agar visi dan misi para pemimpin dapat diwujudkan dengan baik," ujar Wawan di hadapan ratusan pelajar.
Waspadai Politik Uang dan Pentingnya Netralitas
Dalam sesi materi inti, Wawan secara tegas menyebut politik uang (money politics) sebagai salah satu musuh utama demokrasi yang dapat merusak kualitas pemilu dan melahirkan pemimpin tanpa integritas. Mengingat keterbatasan jumlah personel pengawas formal, ia menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dari masyarakat, khususnya generasi muda, guna mencegah manipulasi di setiap tahapan pemilu.
Selain isu politik uang, para peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai urgensi menjaga netralitas aparat sebagai pilar penting untuk menjamin pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Sebagai langkah nyata perlindungan hak pilih, Bawaslu Purbalingga turut mengajak para siswa untuk proaktif melakukan pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara daring. Siswa yang belum terdaftar diimbau segera melapor melalui Posko Aduan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Purbalingga.
Sesi Tanya Jawab Interaktif
Suasana sosialisasi berjalan cair dan interaktif. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme peserta saat sesi diskusi. Sejumlah siswa melontarkan pertanyaan kritis, di antaranya Risky yang menanyakan alamat Kantor Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Herlina yang menggali informasi seputar tugas dan kewenangan Bawaslu, serta Amanda yang bertanya mengenai akar penyebab utama terjadinya praktik politik uang. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab tuntas oleh narasumber.
Sebagai bentuk tindak lanjut edukasi, peserta diberikan penugasan kreatif berupa pembuatan flyer bertema pencegahan dan bahaya politik uang bagi demokrasi. Hasil karya tersebut wajib diunggah ke media sosial pribadi masing-masing dengan menyertakan identitas nama dan kelas, yang dikoordinir melalui guru pendamping dari 16 kelas.
Penulis : Muhamad Purkon