Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Jateng Gelar Kursus Orientasi Singkat Gerakan Pramuka

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Jateng Gelar Kursus Orientasi Singkat Gerakan Pramuka

Purbalingga, Kamis (23/4/2026) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menggelar Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka guna memperkuat sinergi kelembagaan dan meningkatkan pengawasan partisipatif. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah ini berlangsung khidmat pada Kamis, 23 April 2026.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan Gerakan Pramuka merupakan langkah strategis yang melampaui sekadar formalitas. Ia menilai nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran dalam Pramuka sangat selaras dengan semangat pengawasan pemilu. Melalui wadah Saka Adhyasta Pemilu, anggota Pramuka diharapkan dapat terlibat langsung dalam mengawal proses demokrasi.

"Kami berharap para peserta KOS ini menjadi motor penggerak atau penyebar virus pengawasan positif di wilayah masing-masing, sehingga masyarakat lebih berani dan peduli dalam melaporkan dugaan pelanggaran," ungkapnya. Ia juga menitipkan pesan agar integritas dan netralitas tetap dijaga sebagai tanggung jawab moral terhadap kualitas demokrasi bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, menekankan urgensi Saka Adhyasta sebagai instrumen untuk membumikan pengawasan pemilu menjadi sebuah gerakan sosial. Nur Kholiq menyoroti pentingnya kaderisasi bagi Pramuka Penegak dan Pandega agar muncul bibit pengawas yang menguasai regulasi sekaligus tangkas di lapangan.

KOS3
Tangkapan layar sesi materi Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka, Kamis (23/4)

Pada sesi materi utama, Ketua Kwarda Jawa Tengah, S. Budi Prayitno, memaparkan kebijakan Gerakan Pramuka dalam menyelaraskan arah pembinaan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, keterlibatan Pramuka dalam pengawasan pemilu adalah bentuk nyata dari bela negara di masa damai, yang diimplementasikan melalui pengamalan Satya dan Darma Pramuka.

"Fokus utama kita adalah menghasilkan anggota Saka yang kompeten dan berkarakter kuat, yang memiliki pemahaman etika serta tanggung jawab sebagai warga negara," jelas Budi Prayitno. Ia mendorong penguatan lembaga di setiap tingkatan agar koordinasi antara Kwartir dan jajaran pengawas pemilu di lapangan dapat berjalan harmonis tanpa hambatan administratif.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti hasil orientasi ini di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas jajaran pengawas melalui perspektif kepramukaan akan memperkokoh fondasi pengawasan di wilayah Purbalingga.

"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa sinergi antara Bawaslu Purbalingga dengan Kwartir Cabang semakin solid, terutama dalam mengaktifkan peran Saka Adhyasta Pemilu secara berkelanjutan," ujar Misrad.

Senada dengan Misrad, Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Wawan Eko Mujito, menambahkan bahwa kursus ini memberikan pemahaman teknis yang sangat diperlukan dalam manajemen satuan karya. Ia menilai pembekalan ini menjadi modal penting bagi jajaran Bawaslu Kabupaten dalam membina kader pengawas partisipatif dari unsur muda.

Kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan ini dijadwalkan akan masih akan berlangsung dengan serangkaian materi lainnya hingga sore hari.

Penulis : Muhamad Purkon