Bawaslu Purbalingga Siapkan Fasilitator Handal untuk Pendidikan Pengawasan Partisipatif 2026
|
Purbalingga, Selasa (12/5/2026) – Jajaran Bawaslu Kabupaten Purbalingga mengikuti Training of Trainer (ToT) Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5) pukul 13.00 WIB.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat menjelang tahapan Pemilu 2029 mendatang.
Fokus pada Gerakan Pramuka dan Pemilih Pemula
Dalam pembukaannya, Muhammad Amin menyampaikan bahwa ToT P2P 2026 adalah tindak lanjut dari SK Ketua Bawaslu RI Nomor 91. Target kader pengawasan partisipatif di Jawa Tengah diproyeksikan bertambah sebanyak 1.400 orang, sehingga total kader akan melampaui angka 5.000 orang.
Tahun ini, pelibatan masyarakat difokuskan kepada Gerakan Pramuka dengan pertimbangan kebutuhan pendidikan politik sejak dini serta membangun kesadaran politik kolektif. "ToT ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan pembentukan fasilitator yang mampu menyampaikan pesan pengawasan sesuai kondisi sosial-politik lokal," tegas Muhammad Amin dalam arahannya.
Strategi Pembelajaran Interaktif dan Luring
Materi kebijakan yang disampaikan oleh Nurkholiq menekankan bahwa pelaksanaan P2P 2026 di Jawa Tengah diprioritaskan secara luring (tatap muka) dengan kuota 40 orang per kegiatan agar pendalaman materi lebih optimal.
Mengingat sasaran utama program tahun 2026 adalah pemilih pemula dari unsur Pramuka, desain pembelajaran dikembangkan secara naratif agar lebih relevan, interaktif, dan menyenangkan dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Guna menghidupkan suasana pelatihan, para fasilitator juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi interaktif seperti Mentimeter, Quizizz, Kahoot, Canva, hingga Google Form dalam menyampaikan materi. Melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif ini, diharapkan para kader muda dapat menyerap nilai-nilai pengawasan dengan lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional.
Selain itu, materi teknis kepanitiaan yang dipaparkan oleh Nurdin merinci enam pendalaman materi, mulai dari teknis pencegahan, pelaporan pelanggaran, hingga pengawasan partisipatif berbasis digital.
Kiat Menjadi Fasilitator yang Humanis
Sesi materi dari Tsani menggarisbawahi fungsi fasilitator untuk menghidupkan suasana pelatihan agar tidak membosankan. Fasilitator dianjurkan menggunakan formula pelatihan: 70% interaksi, 20% visual, dan hanya 10% ceramah. Penggunaan alat bantu seperti challenge, visualisasi, hingga "pohon harapan dan kekhawatiran" menjadi instrumen penting untuk memancing partisipasi peserta.
Tanggapan Bawaslu Kabupaten Purbalingga
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Humas Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Wawan Eko Mujito, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti hasil ToT ini di tingkat lokal.
"ToT P2P ini memberikan bekal yang sangat komprehensif bagi kami di Purbalingga. Dengan fokus sasaran pada adik-adik Pramuka, kami akan menyiapkan desain forum yang lebih segar dan aplikatif. Harapannya, kader-kader baru ini nanti bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen pengawasan yang berani melaporkan dugaan pelanggaran di lingkungannya masing-masing melalui pendekatan digital maupun sosial," pungkas Wawan Eko Mujito.
Penulis : Muhamad Purkon