Perkuat Mitigasi Pengawasan Pemilu 2029, Jajaran Bawaslu Purbalingga Ikuti Diskusi "Pojok Pengawasan" Bawaslu Jateng
|
Purbalingga, Senin (24/8/2026) — Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga secara aktif mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume ke-19 secara daring dari Kantor Bawaslu Purbalingga, Jalan Mayjen DI Panjaitan Nomor 41. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini mengusung tema "Urgensi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP): Menavigasi Pengawasan Pemilu – Belajar dari Pengalaman Tahun 2024".
Tema ini diangkat dalam rangka memperkuat pemahaman terhadap konsep, fungsi, dan urgensi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) sebagai instrumen strategis early warning system (sistem peringatan dini) dalam mendeteksi potensi kerawanan pada tahapan Pemilu 2029 mendatang.
Diskusi interaktif ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Gorontalo dan Bawaslu Kabupaten Kendal, serta dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin.
Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pemahaman mendalam mengenai IKP sangat krusial bagi jajaran pengawas di tingkat kabupaten. Menurutnya, pengalaman pengawasan pada Pemilu dan Pilkada 2024 memberikan banyak pelajaran penting terkait peta kerawanan di lapangan, seperti isu netralitas hingga praktik politik uang.
"IKP merupakan instrumen penting yang menjadi navigasi dan peta risiko bagi kami dalam merumuskan langkah-langkah pencegahan secara terukur. Melalui kegiatan literasi ini, kami di Bawaslu Purbalingga terus mematangkan kesiapan jajaran dalam mengoptimalkan pengawasan berbasis data untuk menghadapi tahapan pemilu dan pemilihan ke depan," ujar Misrad.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Wawan Eko Mujito, selaku koorinator divisi pencegahan, parmas dan humas., menilai bahwa penyusunan dan pemanfaatan IKP harus didukung oleh validitas data faktual dari kerja-kerja pengawasan di lapangan. Ia berharap, penyempurnaan metodologi IKP yang tengah disiapkan oleh Bawaslu RI dapat semakin mempertajam strategi mitigasi risiko di tingkat lokal.
"Pengawasan berbasis data dan mitigasi yang tepat sasaran menjadi kunci utama dalam membangun iklim demokrasi yang sehat. Kami di Bawaslu Purbalingga siap menerjemahkan evaluasi dan pengalaman dari pemilu sebelumnya untuk memperkuat pengawasan partisipatif bersama masyarakat," pungkas Wawan.
Penulis : Muhamad Purkon