Jejak Data di Kecamatan Rembang: Dari Pemilih Meninggal hingga Warga di Luar Negeri, Bawaslu Temukan Dinamika Daftar Pemilih
|
Purbalingga, Rabu (13/5/2026) — Upaya menjaga akurasi daftar pemilih terus dilakukan, Bawaslu Kabupaten Purbalingga melaksanakan pengawasan kegiatan Penelitian dan Pencocokan Terbatas (COKTAS) dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di wilayah Kecamatan Rembang. Tiga desa menjadi fokus pengawasan, yakni Desa Sumampir, Desa Makam, dan Desa Panusupan.
Hasilnya menunjukkan satu benang merah: data pemilih masih dinamis, bergerak mengikuti realitas sosial masyarakat mulai dari perpindahan domisili, kematian, hingga mobilitas ke luar negeri.
Di Desa Sumampir, menurut data KPU Purbalingga ada 24 pemilih mengalami perubahan status, Perubahan ini mencakup pemilih yang telah meninggal dunia, pindah domisili, serta pembaruan elemen data lainnya. Selain itu, ditemukan empat pemilih yang tercatat berada di luar negeri dan delapan pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercantum dalam daftar administrasi. Temuan ini menegaskan pentingnya tindak lanjut berupa pencoretan data agar daftar pemilih tetap valid. Secara umum, data perubahan status telah masuk dalam daftar pemutakhiran, sementara keberadaan pemilih luar negeri juga terkonfirmasi berasal dari warga setempat.
Situasi serupa juga ditemukan di Desa Makam. Dari hasil pengawasan, terdapat 28 pemilih dengan perubahan status. Sebagian besar data dinyatakan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan, meski beberapa masih memerlukan perbaikan administratif. Bawaslu juga menemukan dua pemilih yang saat ini berdomisili di luar negeri tercatat di KBRI Osaka dan KBRI Kairo serta enam pemilih meninggal dunia yang belum dihapus dari daftar. Sejumlah catatan lain muncul, seperti pemilih pindah domisili dan data yang belum diketahui keberadaannya, yang memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
Sementara itu, di Desa Panusupan, dari total 32 pemilih yang diperiksa, mayoritas data telah sesuai dengan kondisi riil, baik dari sisi identitas maupun status kependudukan. Namun, pengawasan tetap menemukan sejumlah catatan penting. Enam pemilih tercatat berada di luar negeri, dengan lokasi antara lain di KBRI Bandar Seri Begawan, KJRI Osaka, KBRI Tokyo, dan KBRI Seoul. Menariknya, sebagian dari mereka dilaporkan telah kembali ke Indonesia, sementara lainnya masih berada di luar negeri atau memiliki status khusus seperti menikah di luar negeri. Selain itu, delapan pemilih yang telah meninggal dunia masih tercantum dalam daftar, meski telah diberi keterangan.
Menurut Wakhidin, Secara keseluruhan, pengawasan ini menegaskan bahwa kualitas daftar pemilih masih membutuhkan perhatian serius. meskipun sebagian besar data telah akurat, pemutakhiran harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Tindak lanjut menjadi kunci, terutama untuk menghapus data pemilih yang telah meninggal dunia, memperbarui status pemilih luar negeri yang telah kembali, serta memverifikasi data yang masih abu-abu, Jelas Wakhiddin.
Penulis : Eko Darmawan Muji Saputro