DI JALAN YANG DILALUI JENDERAL SOEDIRMAN, BAWASLU PURBALINGGA BERGERILYA LAUNCHING DEWASLU

Diposting pada Dilihat : 47 kali

Purbalingga, 24 Maret 2021 Bawaslu Kabupaten Purbalingga kembali melaunching Desa Pengawas Pemilu (Dewaslu), yang kali ini bertempat di Desa Gunungwuled, Kec.Rembang, Kab.Purbalingga, setelah tahun sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Purbalingga telah meresmikan Desa Pengawas Pemilu (Dewaslu) di Desa Bandingan Kec.Kejobong, Desa Pengalusan Kec.Mrebet, dan Desa Ponjen Kec.Karanganyar, serta tiga Desa Anti Politik Uang (Desantiku) lainnya, yakni Desa Candiwulan kec. Kutasari, Desa Karangmalang Kecamatan Bobotsari, dan Desa Kedunglegok Kec.Kemangkon.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh Anggota beserta Staff Bawaslu Kab.Purbalingga itu, Gugus Risdaryanto selaku Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah hadir dan berkesempatan melaunching secara langsung Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang  sebagai Desa Pengawas Pemilu. Dalam sambutannya, Gugus menyampaikan bahwa azaz pemilu yang Luber-Jurdil akan berat diwujudkan jika hanya mengandalkan jajaran Pengawas Pemilu, terangnya. oleh sebab itu, masyarakat perlu melakukan Pengawasan Pemilu Secara Partisipatif dan bahu membahu membantu Bawaslu, sebagaimana bunyi tagline Bawaslu, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, ujar Gugus.

Lebih lanjut, Gugus menjelaskan bahwa esensi Pengawasan Pemilu yang sesungguhnya ada dimasyarakat, hal itu lantaran subjek yang bisa melihat peristiwa kecurangan Pemilu secara langsung adalah masyarakat itu sendiri. Oleh sebab itu, ayo kita sukseskan dan gaungkan bahwa Desa Gunungwuled Kec.Rembang adalah Desanya Para Pengawas Pemilu, pungkas beliau.

 Selain Gugus, kegiatan launching Desa Pengawas Pemilu ini juga turut dihadiri oleh ketua KPU Kab.Purbalingga, Eko Setiawan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa program Dewaslu Bawaslu Kabupaten Purbalingga ini sangat menginspirasi KPU Kab.Purbalingga secara kelembagaan, hal itu karena kepentingan dalam menjangkau dan menyadarkan masyarakat akan pentinya politik dan demokrasi juga menjadi ladang pekerjaan bagi KPU selama tidak ada tahapan, ujar beliau.

 Dalam kesempatan yang sama, Imam Nurhakim selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa alasan filosofis dipilihnya Desa Gunungwuled Kec.Rembang tersebut, lantaran pada tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Tahun 2020 lalu terdapat laporan yang masuk dari masyarakat yang berdomisili di Desa Gunungwuled ini, yang  mana hal itu mengindikasikan bahwa desa ini memiliki potensi pelanggaran  yang tinggi, terlebih dengan susahnya akses kendaaraan dan informasi, menyebabkan kerawanan tersebut bertambah,terang Imam. Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa pelaunchingan Dewaslu di Desa Gunungwuled ini juga sengaja dilakukan diwilayah (jalan) yang dilalui Panglima Besar Jenderal Soedirman ketika bergerilya, hal itu agar semangat juang sang Panglima Besar turut meresap disanubari warga Desa Gunungwuled, dalam melakukan pemberantasan kecurangan dan pelanggaran Pemilu khususnya politik uang, pungkas beliau.

Selain para penyelenggara pemilu, hadir pula para pemangku wilayah yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dusun 6 (enam) Desa Gunungwuled, yang dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan masyarakat Gunungwuled, bahwa masyarakat secara umum dan khususnya Gunungwuled berkeinginan memiliki sosok pemimpin amanah, yang tidak menonjolkan kebaikannya hanya ketika membutuhkan suara (musim pemilu dan pilkada), namun juga harus menunjukan kebaikan itu setelah menduduki kursi kepemimpinan dengan menjadi pemimpin yang amanah dan bukan malah sibuk dengan agendanya untuk mengembalikan modal politik yang telah mereka keluarkan, ujar beliau. Selain itu, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Purbalingga, karena telah memilih Desa Gunungwuled sebagai Dewaslu. dan sebagai wujud terima kasih itu, ia (Kadus) dan masyarakat berkomitmen akan menjadikan Desa Gunungwuled sebagai Desa Pengawas Pemilu guna terwujudnya pemilu yang berkualitas dan berintegritas kedepan.